Batik Tirta Amerta karya warga Desa Randu Pitu membawa Kecamatan Gempol meraih juara harapan 3 dalam Fashion Show Batik Khas Pasuruan.
Pasuruan, Swaralin.id – Batik Tirta Amerta karya warga Desa Randu Pitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, mengantarkan Kecamatan Gempol meraih juara harapan 3 dalam lomba Fashion Show Batik Khas Pasuruan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian acara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pasuruan masa bakti 2025–2030 yang digelar di Auditorium Mpu Sendok, Kompleks Perkantoran Raci, Kabupaten Pasuruan, Kamis (8/10/2026).
Fashion show tersebut digelar oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan sekaligus untuk memperingati Hari Batik Nasional. Ajang itu menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus mengangkat potensi batik khas daerah yang lahir dari kreativitas masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Dalam kompetisi tersebut, Kecamatan Gempol menempati posisi juara harapan 3. Batik yang ditampilkan merupakan karya Hartini, salah seorang warga Desa Randu Pitu, Kecamatan Gempol, dengan motif dan identitas yang diperkenalkan sebagai Batik Tirta Amerta.
Capaian tersebut menempatkan Gempol dalam jajaran penerima penghargaan bersama sejumlah perangkat daerah dan kecamatan lainnya.
Juara harapan 2 diraih BKPSDM, sedangkan juara harapan 1 diraih Dinas Perhubungan. Untuk kategori juara, Kecamatan Rejoso meraih juara 3, Dinas Pendidikan meraih juara 2, dan Bapperida keluar sebagai juara 1.
Kehadiran Batik Tirta Amerta dalam ajang tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan kerajinan daerah tidak semata bertumpu pada institusi pemerintah. Kreativitas warga desa juga memiliki ruang untuk tampil dan menjadi bagian dari identitas budaya Kabupaten Pasuruan.
Momentum Hari Batik Nasional pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Fashion show tersebut mempertemukan unsur pemerintah dan masyarakat dalam upaya memperkenalkan batik sebagai produk kerajinan sekaligus kekayaan budaya lokal yang memiliki nilai estetika dan ekonomi.
Melalui kegiatan tersebut, karya perajin lokal seperti Batik Tirta Amerta mendapat panggung untuk dikenal lebih luas, sekaligus membuka peluang agar batik khas Pasuruan terus dikembangkan dan memiliki daya saing. (Ach)
JAKARTA, Swaralin.id – Anas Urbaningrum mempertanyakan penerapan syarat pendidikan bagi calon pejabat publik yang dipilih…
Kota Pasuruan, Swaralin.id - Seorang perempuan penjual nasi jagung tewas setelah tertabrak truk di jalur…
KOTA PASURUAN, Swaralin.id – Baru beberapa menit ditinggal pemiliknya untuk potong rambut, sebuah sepeda motor…
Pasuruan, Swaralin.id - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kecamatan…
Pasuruan, Swaralin.id - Hilangnya seorang remaja Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, memicu…
PASURUAN, Swaralin.id – Dua pemuda di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, diamankan polisi setelah diduga mencuri…