Pendidikan

Diduga Pungli Berkedok Sumbangan Resahkan Wali Murid SMPN 1 Rejoso

PASURUAN | SWARALIN.ID – Praktik dugaan pungutan liar (pungli) yang berkedok sumbangan di SMP Negeri 1 Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menimbulkan keresahan di kalangan wali murid.

Pelaporan ini muncul setelah sejumlah wali murid mengeluhkan kewajiban membayar sumbangan sebesar Rp190.000 yang dinilai memberatkan.

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sumbangan tersebut bersifat wajib.

“Kami merasa terbebani dengan adanya sumbangan ini. Jumlahnya tidak sedikit dan terkesan dipaksakan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai kontrol sosial mengecam keras dugaan praktik pungli ini.

Mereka menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sesuai dengan Permendikbud, sekolah negeri tidak boleh melakukan pungutan dalam bentuk apa pun, termasuk sumbangan yang bersifat memaksa atau wajib bayar.

Hal ini dilarang karena sekolah sudah menerima dana BOS untuk pengadaan yang ada di sekolah,” tegasnya.

“Kami akan meminta dinas pendidikan untuk melakukan investigasi dan menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak sekolah jika terbukti melakukan pelanggaran tersebut.”

Saat dikonfirmasi pada Senin (17/11/2025) mengenai dugaan pungli ini, pihak sekolah tidak dapat dihubungi secara langsung. Hanya perwakilan yang ditemui dan menyangkal informasi tersebut.

Namun, pada Selasa (18/11/2025), pihak sekolah mengonfirmasi keberadaan iuran tersebut. “Iuran tersebut memang ada dan dikelola oleh Paguyuban, serta digunakan untuk kebutuhan kegiatan seperti kerja kelompok dan lainnya jika diperlukan,” jelas perwakilan sekolah.

Perlu diketahui, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2012 Pasal 9 Ayat 1 secara tegas melarang sekolah negeri melakukan pungutan dalam bentuk apa pun, termasuk iuran.

Aturan ini menyatakan bahwa satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan.(Met)

Hasan

Share
Published by
Hasan
Tags: Headline

Recent Posts

Perusahaan dan Kepedulian Sosial. PT Tirta Fresindo Jaya Santuni 60 Anak Yatim di Kejayan

Pasuruan, Swaralin.id - Senja Ramadan turun perlahan di kawasan pabrik PT Tirta Fresindo Jaya Plant…

2 minggu ago

Sinergi Banom NU dan Forkopimcam Kejayan. Tebar 2.500 Takjil Untuk Pengendara Jalan Raya

Pasuruan, Swaralin.id - Senja belum sepenuhnya turun ketika halaman Kantor Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. mulai…

2 minggu ago

DPRD Pasuruan Serahkan 1.838 Pokir untuk RKPD 2027, Klaim Wakili Aspirasi Masyarakat

Pasuruan, Swaralin.id - Ribuan usulan pembangunan dari masyarakat resmi diserahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

2 minggu ago

Air Mata Jatuh di Rumah Kader. Kunjungan Mas Zaini Sentuh Keluarga Pengurus Partai di Pasuruan

pasuruan, Swaralin.id -  Pintu rumah sederhana di Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, terbuka perlahan.…

2 minggu ago

TMMD ke-127 di Pasuruan Resmi Ditutup. “Pangdam V/Brawijaya Gotong Royong Jadi Kekuatan Bangun Desa”

Pasuruan, Swaralin.id  -  Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 Resmi di…

3 minggu ago

Gus Ipul Bagi 1.500 Paket Sembako di Pasuruan, Singgung Sekolah Rakyat hingga Program Pemberdayaan

Pasuruan, Swaralin.id -  Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengunjungi Kota Pasuruan, Jawa Timur,…

3 minggu ago