Hukum & Kriminal

Mahasiswa BEM Pasuruan Raya Lawan Represivitas, Kritisi DPR dan Polri di Makam Pahlawan BangiL

PASURUAN, SWARALIN.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasuruan Raya menggelar aksi damai di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bangil, Kabupaten Pasuruan, Minggu (31/8/2025).

Aksi tersebut diawali dengan Sholat Ghoib dan doa bersama untuk para pahlawan bangsa serta mendiang Affan Kurniawan, driver ojek online di Jakarta yang meninggal akibat diduga ditindas aparat kepolisian.

Koordinator BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perlawanan mahasiswa terhadap tindakan represif aparat dan kebijakan DPR yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

“Kami hanya menghadirkan perwakilan dari 15 kampus di Pasuruan Raya. Tujuannya untuk merangsang mahasiswa dan masyarakat agar berani menyuarakan aspirasi,” ujarnya.

 

Dalam aksi ini, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan pokok:

1. Memecat dan menghukum anggota Brimob yang melindas driver ojol secara transparan dan seadil-adilnya.

2. Mengecam tindakan represif Polri dalam pengendalian massa aksi yang bertentangan dengan undang-undang.

3. Mendesak revisi Undang-Undang Polri serta penghapusan berbagai tunjangan DPR, termasuk tunjangan rumah dan PPh Pasal 21.

4. Melakukan perampasan aset yang diduga bermasalah.

5. Mereformasi sistem politik dan pemerintahan yang dianggap sarat kepentingan elite.

Mahasiswa menilai DPR gagal menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat.

 

“Dewan harus sadar, mereka hidup dari uang rakyat. Jangan lagi membuat kebijakan yang merugikan masyarakat,” tegas Ubaidillah.

Pesan serupa juga disampaikan kepada Polri. “Tugas polisi adalah melindungi rakyat, bukan malah menindas dan membunuh rakyat,” tambahnya.

Kabag Ops Polres Pasuruan, Kompol Tulus, ikut hadir mengawal jalannya aksi. Kegiatan berlangsung tertib dengan penjagaan aparat gabungan TNI-Polri.

Melalui aksi simbolik di makam pahlawan, BEM Pasuruan Raya menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa tidak sekadar turun ke jalan, tetapi juga mengingatkan kembali arti kemerdekaan yang sejati. (kin/Ach)

Admin

Recent Posts

TMMD ke-127 di Pasuruan Resmi Ditutup. “Pangdam V/Brawijaya Gotong Royong Jadi Kekuatan Bangun Desa”

Pasuruan, Swaralin.id  -  Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 Resmi di…

2 hari ago

Gus Ipul Bagi 1.500 Paket Sembako di Pasuruan, Singgung Sekolah Rakyat hingga Program Pemberdayaan

Pasuruan, Swaralin.id -  Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengunjungi Kota Pasuruan, Jawa Timur,…

3 hari ago

Sholawat Menggema di Halaman Polsek Purwodadi : Kapolres Pasuruan Buka Bersama dan Santuni Ratusan Anak Yatim

Pasuruan, Swaralin.id - Langit Purwodadi mulai meredup ketika lantunan sholawat menggema dari halaman kantor Mapolsek…

1 minggu ago

Heboh…!! Siswi Kelas X Busana Butik SMKN 1 Bangil loncat Dari Lantai Dua “Kronologis Masih Jadi Misteri”

Pasuruan, Swaralin.id -  Suasana belajar di SMKN 1 Bangil, Kabupaten Pasuruan, mendadak berubah tegang. Seorang…

1 minggu ago

Polres Pasuruan Kota Tegaskan Penanganan Perkara Sudah Sesuai SOP dan Prinsip Keadilan Restoratif

Pasuruan Kota, Swaralin.id – Polres Pasuruan Kota menegaskan bahwa penanganan perkara dugaan penganiayaan yang terjadi…

1 minggu ago

Humanis di Bulan Suci, Kapolsek Sukorejo Bagi 500 Takjil Sambil Jaga Stabilitas Wilayah

Pasuruan, Swaralin.id - Deru sepeda motor bersahutan di depan Markas Polsek Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, menjelang…

1 minggu ago