Pasuruan, Swaralin.id – Subuh belum benar-benar pecah ketika suara kentongan dan langkah sepatu petugas menyusuri gang-gang perumahan. Di Perum Bumi Aura Persada, Dusun Bekacang, Kelurahan Kolursari, Kecamatan Bangil, aparat Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan turun langsung menjaga denyut sahur warga. Sabtu, 21 Februari 2026,

Kanit Kamsel Satlantas, Aipda Arifian Miftahul Firdaus, memimpin patroli subuh yang tak sekadar berputar dengan lampu rotator. Ia memilih membaur. Bergabung dengan rombongan pemuda setempat, ia ikut tradisi “gugah-gugah sahur” membangunkan warga agar tak terlewat waktu makan sebelum fajar.

“Ini pendekatan humanis. Polisi hadir memberi rasa aman sekaligus mengapresiasi kegiatan positif anak-anak muda,” kata Arifian di sela patroli.

Kehadiran polisi dalam ritme lokal itu bukan tanpa tujuan. Ramadan kerap diiringi lonjakan kerawanan dari pencurian kendaraan bermotor hingga balap liar yang mengoyak ketenangan.

“Karena itu, patroli subuh dipilih sebagai momen krusial Saat warga terlelap dan ruang-ruang pengawasan melemah,” Ujarnya

Lebih lanjut, Di sela ronda sahur, petugas juga menggelar patroli dialogis. Mereka berhenti, berbincang dengan ketua RT setempat, memetakan titik rawan menjelang Lebaran.

“Pesannya lugas. waspadai curanmor pada jam sahur, kendalikan euforia remaja, hindari petasan dan aksi kebut-kebutan yang membahayakan.,” Tambahnya

Langkah lain didorong menguatkan siskamling. Polisi meminta warga tak menyerahkan keamanan sepenuhnya pada patroli aparat. Sinergi dengan ronda malam dinilai sebagai benteng pertama menjaga lingkungan.

Bagi warga Bangil, kehadiran petugas di tengah tradisi sahur menghadirkan rasa tenteram yang konkret bukan sekadar slogan. “Ada polisi, suasana jadi lebih tertib,” kata salah satu warga.

Patroli sahur ini menjadi bagian dari strategi pengamanan Ramadan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Tujuannya jelas .enjaga kekhusyukan ibadah, menekan kriminalitas, dan memastikan subuh datang tanpa gangguan.

Di jalanan yang masih setengah gelap itu, pesan negara disampaikan dengan cara sederhana mengetuk pintu, menyapa warga, dan berjalan bersama mereka menjaga malam hingga fajar. (kin/ach)