Scroll untuk baca artikel
Example 320x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BisnisDaerahNasionalPemerintahanPeristiwa

Menjelang Nataru. Harga Cabai Rawit Merah di Pasuruan Capai Rp100 Ribu per Kg

35
×

Menjelang Nataru. Harga Cabai Rawit Merah di Pasuruan Capai Rp100 Ribu per Kg

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
Example 468x60

Kota Pasuruan, Swaralin.id – Harga cabai rawit merah di Pasar Tradisional Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. melesat hingga Rp100 ribu per kilogram pada Selasa. (9/12/2025).

Lonjakan harga yang terjadi dalam sepekan terakhir ini membuat pedagang dan pembeli sama-sama terpukul.

Kenaikan harga tersebut dianggap tidak wajar karena sebelumnya cabai rawit merah hanya berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram. Para pedagang menilai kenaikan terjadi cukup tajam dan berlangsung cepat, seiring mulai menipisnya pasokan dari distributor.

Baca Juga :  Ketua DPRD Pasuruan Ajak Warga Jadikan 2026 Tahun Konsolidasi Pembangunan dan Keadilan Sosial

Sejumlah pedagang mengaku kiriman dari pengepul kini semakin sedikit. Parahnya, sebagian cabai yang datang justru dalam kondisi rusak dan tidak layak jual. Kondisi ini membuat pedagang harus menyortir lebih banyak, sementara barang layak jual semakin terbatas.

“Naik terus, stoknya menipis,” kata Khodijah, salah satu pedagang pasar, saat ditemui di lapaknya.

Pedagang lain, Suprihatin, menyebut kenaikan harga kemungkinan belum akan berhenti dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Kasus Kekerasan Massal di Pasuruan Masuk Penyidikan, Kuasa Hukum BRN Desak Penetapan Tersangka

“Bakal naik terus sampai Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Pedagang menduga kenaikan harga didorong oleh faktor cuaca buruk yang menyebabkan gagal panen di sejumlah sentra produksi. Pasokan dari daerah pemasok disebut menurun tajam, sehingga distribusi tidak stabil.

Tak hanya cabai rawit merah, kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah besar, bawang merah, serta beberapa komoditas dapur lainnya.

Baca Juga :  Dua Tahun Berlalu, Uang Rp200 Juta Tak Kembali: Kasus Pinjaman Berujung Laporan ke Polisi

Seiring melambungnya harga kebutuhan pokok, pedagang mengaku omzet menurun karena banyak pembeli menunda belanja atau membeli dalam jumlah lebih sedikit.

Para pedagang berharap pemerintah turun tangan untuk melakukan stabilisasi harga, terutama menjelang momen akhir tahun yang biasanya memicu lonjakan permintaan.

Mereka meminta intervensi pemerintah daerah maupun pusat agar pasokan kembali normal dan harga bisa kembali terjangkau. (San/Ach)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *