Scroll untuk baca artikel
Example 320x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukum & KriminalNasional

Dari Balik Jeruji Besi, Warga Binaan Rutan Bangil Rayakan Maulid Nabi 1447 H dengan Doa dan Kebersamaan

194
×

Dari Balik Jeruji Besi, Warga Binaan Rutan Bangil Rayakan Maulid Nabi 1447 H dengan Doa dan Kebersamaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasuruan, Swaralin.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan menggelar tausiyah dan doa bersama di Aula Blok Hunian, Kamis, 11 September 2025. Acara berlangsung khidmat dengan melibatkan seluruh warga binaan dan jajaran petugas.

Kepala Rutan Bangil, Yanuar Rinaldi, membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum bagi warga binaan untuk memperbaiki diri.

Baca Juga :  Nama Baik Seorang Bidan Dipertaruhkan, Reni Apriliyanti Laporkan Akun Facebook ke Polresta Sidoarjo

“Kami ingin kegiatan ini menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengambil teladan Rasulullah SAW. Harapannya, mereka semakin kuat menghadapi ujian hidup dan mampu menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Yanuar.

Hadir sebagai penceramah, Ustad Rahmat Efendi dari Mendalan, Bangil, yang menguraikan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah. Ia menekankan tiga sifat utama Nabi yang harus dihidupkan dalam keseharian: jujur, sabar, dan rendah hati.

Baca Juga :  Warga Pasuruan Tertipu Pria Ngaku TNI, Honda Brio Raib Usai Bukti Transfer Palsu

Menurutnya, ketiga sifat tersebut menjadi bekal utama bagi setiap muslim untuk menata hidup, termasuk bagi warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan.

Suasana kebersamaan tampak ketika ratusan warga binaan menyimak tausiyah dengan penuh antusias. Selain sarana spiritual, kegiatan ini juga dimaknai sebagai upaya mempererat ukhuwah antara penghuni rutan dengan para petugas.

Baca Juga :  Diduga Terseret Arus Sungai: Balita Hilang di Pasuruan Ditemukan Tewas

Acara ditutup dengan makan bersama antara petugas dan warga binaan. Momen sederhana tersebut menjadi simbol kekeluargaan, saling menghargai, serta semangat kebersamaan dalam menjalani kehidupan di balik jeruji. (bra/acH) 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *