Berita

Hoaks, disinformasi, dan serangan siber dinilai jadi ancaman serius demokrasi. Bawaslu Kab. Pasuruan dorong pengawasan adaptif dan kolaboratif jelang Pemilu 2029

Pasuruan, Swaralin.id  – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mulai menguatkan strategi pengawasan berbasis digital menjelang Pemilu 2029. Agenda ini ditegaskan dalam forum Penguatan Kelembagaan bertema Digitalisasi Pengawasan Pemilu yang digelar di Royal View Tretes Hotel & Convention, Pasuruan, Rabu, 24 September 2025.

Acara dihadiri sejumlah pejabat kunci, di antaranya Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono, Ketua Bawaslu Jawa Timur A. Warits, dan Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan Arie Yunianto. Sejumlah akademisi dan pegiat pemilu, seperti Faishal Hilmy Maulida dari Universitas Bima Nusantara Malang dan Abdul Kodir, pakar sosiologi politik, juga turut menjadi narasumber. Dari Jakarta, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima serta staf ahli Komisi II, Aris Setiawan Yodi, hadir melalui sambungan zoom meeting.

Ketua Bawaslu Pasuruan, Arie Yunianto, menekankan bahwa pengawasan tidak mungkin berjalan optimal tanpa dukungan publik.

“Kami membuka diri terhadap segala ide, gagasan, dan kritik yang membangun. Masukan dari masyarakat akan menjadi pijakan penting dalam perumusan kebijakan pengawasan,” ujar Arie.

Totok Hariyono menegaskan penguatan Bawaslu merupakan mandat reformasi. Ia menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 136 yang menegaskan larangan TNI-Polri terlibat dalam keputusan politik serta memperkuat kewenangan Bawaslu.

“Ke depan, keputusan Bawaslu tidak lagi bersifat rekomendasi, melainkan wajib ditindaklanjuti,” kata Totok.

Dari Senayan, Aris Setiawan Yodi mengingatkan tantangan baru dalam era digital. Menurutnya, pengawasan bukan hanya soal teknis pemungutan suara, melainkan juga menjaga ruang digital tetap sehat dari hoaks dan manipulasi informasi.

“Digitalisasi pemilu membuka peluang transparansi, tapi juga menghadirkan ancaman siber. Karena itu, pengawasan harus adaptif, integratif, dan melindungi hak pilih warga,” ujar Aris.

Forum ini juga memaparkan data pengawasan yang dihimpun lewat Rumah Data Bawaslu. Laporan tersebut menunjukkan sejumlah indikasi pelanggaran, dari administratif hingga pidana pemilu, yang menjadi bahan evaluasi menuju pemilu serentak mendatang.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Pasuruan menegaskan komitmen memperkuat kelembagaan dengan menjadikan teknologi digital sebagai tulang punggung pengawasan. Tujuannya satu: memastikan proses demokrasi berjalan bersih, transparan, dan dipercaya rakyat. (kin/ach) 

Admin

Recent Posts

Kenal Sepekan dari Aplikasi Kencan, Pemuda 23 Tahun di Pasuruan Diduga Bawa Kabur Motor Pria yang Baru Ditemuinya

Pasuruan, Swaralin.id - Perkenalan singkat melalui aplikasi kencan berujung di kantor polisi. Seorang pemuda berusia…

12 jam ago

Menjahit Harmoni dari Pinggir Kawasan Industri: PT Tirta Fresindo Jaya Pasuruan 3 Berkurban untuk Warga

Pasuruan, Swaralin.id -  Di tengah momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang sarat makna…

2 hari ago

Kas Pasar Randupitu Belum Tuntas. Sekdes Ungkap Janji Eks Kepala Pasar yang Tak Kunjung Dipenuhi buka suara “begini kelarifikasinya”

Pasuruan, Swaralin.id - Polemik dugaan tidak utuhnya penyerahan dana kas Pasar Desa Randupitu, Kecamatan Gempol,…

3 hari ago

Pergantian Pengurus Pasar Desa Randupitu Menyisakan Luka. Selisih Dana Rp6,8 Juta Jadi Sorotan

Pasuruan, Swaralin.id -  Polemik pengelolaan keuangan Pasar Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menyeruak ke…

6 hari ago

Patroli URC Satreskrim Polres Pasuruan Kota Gagalkan Dugaan Aksi Pemerasan di Wilayah Panggungrejo

Pasuruan, Swaralin.id – Gerak cepat Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pasuruan Kota kembali menunjukkan…

1 minggu ago

Tak Sekadar Olahraga, KORMI Pasuruan Bangun Peta Kebugaran Masyarakat untuk Masa Depan

Pasuruan, Swaralin.id - Upaya membangun masyarakat yang sehat dan produktif tak lagi berhenti pada kampanye hidup…

2 minggu ago