Pasuruan, Swaralon.id – Halaman parkir timur Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan berubah menjadi arena adu strategi para pecatur nasional, Ahad, 17 Mei 2026. Ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia memadati ajang Pasuruan Chess Tournament Challenge 2026, sebuah turnamen yang untuk pertama kalinya digelar di lingkungan DPRD Kabupaten Pasuruan.
Turnamen yang memperebutkan trofi serta total dana pembinaan Rp20 juta dari Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan itu menyedot perhatian komunitas catur nasional. Sedikitnya 253 peserta ambil bagian, mulai dari pecatur daerah hingga pemain bergelar Master Percasi, Master Nasional, dan Master FIDE.
Direktur turnamen, Henry Ki Demang, mengatakan antusiasme peserta menunjukkan bahwa Kabupaten Pasuruan mulai diperhitungkan sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga catur di Indonesia.
“Sejak 2019 sebelum pandemi Covid-19, Kabupaten Pasuruan sudah menjadi rujukan pecatur dari berbagai daerah karena kami rutin menggelar event catur secara berkelanjutan,” kata Henry kepada wartawan di sela turnamen.
Owner Kuda Perkasa Chess Club itu menjelaskan, event kali ini memiliki makna tersendiri karena menjadi sejarah baru bagi DPRD Kabupaten Pasuruan. Untuk pertama kalinya, lembaga legislatif daerah tersebut menjadi tuan rumah turnamen catur berskala nasional.
Peserta datang dari berbagai kota dan provinsi, mulai Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Bekasi, Grobogan, Nusa Tenggara Barat hingga Kalimantan. Kehadiran sejumlah pecatur nasional disebut membuat atmosfer kompetisi berlangsung ketat sejak babak awal.
“Even kali ini didominasi pecatur bergelar. Ada Master Percasi, Master Nasional, bahkan Master FIDE. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pasuruan,” ujar Henry.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, mengaku tidak menyangka turnamen perdana tersebut mendapat sambutan luar biasa dari komunitas catur nasional. Menurut dia, persiapan kegiatan hanya dilakukan sekitar tiga pekan, namun jumlah peserta melampaui ekspektasi panitia.
“Sungguh luar biasa. Saya pribadi tidak menyangka antusias peserta sedemikian besar. Persiapan hanya sekitar tiga minggu, tetapi pesertanya mencapai 253 orang,” kata Samsul dalam sambutannya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa yang akrab disapa Lek Sul itu menilai turnamen catur tidak sekadar kompetisi olahraga, melainkan ruang pembinaan atlet muda daerah. Ia berharap agenda tersebut dapat menjadi kalender rutin Kabupaten Pasuruan, terutama dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pasuruan.
“Kami akan komunikasikan dengan Mas Bupati agar event ini menjadi agenda rutin tahunan,” ujarnya.
Samsul juga berharap kehadiran para master nasional mampu menjadi motivasi bagi atlet catur muda Pasuruan untuk meningkatkan kemampuan dan jam terbang. Ia mencontohkan sejumlah daerah di Jawa Timur yang telah melahirkan pecatur bergelar internasional.
“Harapan kami, Kabupaten Pasuruan juga bisa melahirkan atlet-atlet catur yang mampu menyandang gelar master,” tuturnya.
Dalam kategori Senior Open, Karunia Bagus Trilaksa dari kontingen Porprov Kabupaten Sidoarjo keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih AS Thirof dari Kota Kediri, sementara peringkat ketiga ditempati Khairul Anam, atlet PON Jawa Timur asal Kabupaten Probolinggo.
Adapun pada kategori Junior Open, gelar juara diraih Irfan Rasyid A.M dari BHCC Jakarta Pusat. Posisi kedua ditempati Salmansyah, atlet Porprov Kabupaten Sampang, Madura, sedangkan juara ketiga diraih Fitsal Aswa dari Kabupaten Sidoarjo.
Turnamen tersebut sekaligus mempertegas ambisi Kabupaten Pasuruan untuk menempatkan diri sebagai salah satu episentrum olahraga catur nasional di Jawa Timur. (ach/adv)



Tinggalkan Balasan