Politik

Menuju Pilkada 2024, (Paslon) Pasangan Calon Rusdi Sutedjo – Shobih Asrori Resmi Daftarkan Ke KPU

PASURUAN | SWARALIN – KPU Kabupaten Pasuruan di hari ke 2 menerima pendaftaran pasangan calon Bupati dan wakil bupati Pasuruan, Rusdi Sutedjo – Gus Shobih Asrori sebagai pasangan yang sudah siap maju di pilkada tahun 2024 – 2029.

Hadir dalam acara Paslon Cabup dan cawabup Rusdi Sutedjo – Gus shobih Asrori dan 12 pengurus Parpol pendukung serta Ketua KPU Ainul Yaqin beserta anggota Juga ketua Banwaslu beserta jajaranya.

Acara tersebut di gelar di gedung KPU lantai 2 Rabu 28/08/2024 siang pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Pasuruan tahun 2024 untuk memastikan paslon yang sudah siap secara administrasi lolos sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Pasuruan.

Dalam pantauan awak media pasangan calon Rusdi Sutedjo – Gus Shobih Asrori saat press rillis menyampaikan Keseriusan dalam pencalonan dirinya sebagai bupati Pasuruan menjadi harapan besar untuk Pasuruan lebih maju dengan potensi yang luar biasa dapat menjlankan program – program yang mampu memberikan kemakmuran masyarakat Pasuruan.

Berikut ini 33 program prioritas dari pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Pasuruan 33 (tiga Puluh Tiga) tersebut terdiri dari :

  1. Bea siswa untuk santri/siswa berprestasi, olahragawan/pemuda berprestasi serta bea siswa untuk anak yatim dan anak tidak mampu;
  2. Klinik kesehatan/Ambulance untuk pondok pesantren;
  3. Santripreneur/wirausahawan baru dan hibah produktif berbasis pondok pesantren;
  4. Dukungan Pembangunan dan Operasional Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU);
  5. Bantuan kelembagaan untuk Ormas, pondok pesantren, sekolah keagamaan, dan tempat ibadah;
  6. Peningkatan kesejahteraan pendidik baik formal maupun non formal;
  7. Peningkatan kualitas sarana prasarana, akses serta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pendidikan dan kesehatan;
  8. Peningkatan layanan UHC dan ambulance gratis di semua tingkatan pelayanan kesehatan;
  9. Perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat rentan (Orang Lanjut usia, anak-anak, fakir miskin, wanita hamil, dan penyandang cacat/disabilitas) serta peningkatan pendapatan masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah;
  10. Merdeka Pupuk, Petani Milenial, Eco Farming dan Pengembangan teknologi pertanian untuk petani;
  11. Penataan kawasan kumuh/kawasan nelayan dan pembangunan Infrastruktur pendukung (tambatan perahu, tangkis laut, dan sarana pendukung lainnya) untuk petani tambak dan nelayan;
  12. IPAL komunal, Bio gas dan mandiri pakan untuk peternak;
  13. Peningkatan Infrastruktur jalan menuju pusat-pusat produksi pertanian, peternakan dan perikanan serta dukungan infrastruktur menuju daerah wisata;
  14. Pembangunan/pengadaan sarana pendukung dalam rangka mengatasi banjir yang terintegrasi dari hulu sampai hilir;
  15. Pencarian sumber mata air baru dan pipanisasi air bersih (PPAB) untuk mengatasi kebutuhan air bersih di daerah kekurangan air;
  16. Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk Desa secara merata;
  17. Peningkatan kesejahteraan ASN dan Aparatur Pemerintahan Desa (Perangkat Desa, RT/RW, Kader Desa, Linmas dan BPD)
  18. Penciptaan Lapangan Kerja baru dengan memprioritaskan tenaga kerja asli pasuruan;
  19. Kemudahan Perizinan berusaha dan menjaga hubungan industrial yang harmonis dan saling menguntungkan;
  20. Pengembangan Pusat lembaga sertifikasi profesi berbasis kebutuhan dunia kerja baik nasional maupun internasional;
  21. Pembangunan Pasuruan Coaching and Creativity (Pusat pelatihan dan kreatifitas) dalam rangka pengembangan kreatifitas anak muda, optimalisasi ekonomi kreatif dan sertifikasi produk Unggulan/produk UMKM;
  22. Usaha mikro kecil naik kelas berbasis potensi keunggulan daerah;
  23. Fasilitasi Temu usaha dan sinergi pola kemitraan antara dunia Industri dengan kelompok ekonomi masyarakat (Kelompok tani, kelompok ternak, kelompok nelayan) dan BUMDES
  24. Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan/atau taman bermain di tingkat kecamatan;
  25. 1 (Satu) Kecamatan 1(satu) Sekolah olahraga;
  26. Persekabpas Naik Kelas;
  27. Penataan Kawasan Ibukota Bangil;
  28. Revitalisasi Pasar Tradisional;
  29. Islamic Centre dan perpustakaan daerah yang representatif;
  30. Pengembangan, perlindungan dan pelestarian seni budaya berbasis kearifan lokal;
  31. Pembangunan Jalan poros kabupaten dengan standart Hotmix/Cor;
  32. Pembangunan Pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di kawasan Industri;
  33. Digitalisasi layanan publik, Pengembangan Pasuruan satu data dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Kami akan selalu bergandengan tangan tidak ada perbedaan N1 apa N2 dalam menjalankan program – program yang sudah di rencanakan demi kemajuan pasuruan menuju masyarakat adil dan makmur ” tutup Rusdi. (Arie)

Admin

Recent Posts

Satlantas Pasuruan Luncurkan WAKJOLMAS, Gandeng Ojol Percepat Respon Kecelakaan dan Kemacetan

Pasuruan, Swaralin.id - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan meluncurkan inovasi bertajuk WAKJOLMAS (Warung Ojol…

5 jam ago

Polsanak Menyapa. Begini Cara Polisi Mendekatkan Keselamatan kepada Generasi Sejak Usia Dini

Pasuruan, Swaralin.id - Mapolres Pasuruan tak hanya menjadi pusat pelayanan dan penegakan hukum. Sejak pukul…

24 jam ago

Program SATU Evaluasi Kelaikan Ambulans Puskesmas di Pasuruan “Polisi Cek Armada se-Pasuran”

Pasuruan, Swaralin.id - Ambulans di jalan raya seharusnya menjadi penanda darurat yang tidak terbantahkan. Sirene…

1 hari ago

TMMD 127 Dimulai di Gondangwetan: Negara Menguji Janji Pembangunan dari Desa

Pasuruan, Swaralin.id -  Perlahan dan tak seperti biasanya kali ini dipenuhi barisan manusia. Tepat pukul…

1 hari ago

Mudik Belum Mulai, Polisi Sudah “Menyaring” Bus: Terminal Pandaan Disisir Keta

Pasuruan, Swaralin.id - Musim mudik belum tiba, tetapi sirene kewaspadaan sudah lebih dulu digeber oleh…

2 hari ago

Perjudian Terbuka di Wilayah Polsek Sedati: Warga Soroti Pengawasan Kapolda Jatim hingga “Instruksi Kapolri”

Sidoarjo, Swaralin.id - Komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memberantas segala bentuk perjudian kembali diuji…

3 hari ago