Wakil ketua I DPRD kab. Pasuruan Muhammad Zaini dari Fraksi PDI-Perjuangan Kabupaten Pasuruan saat memimpin langsung Upacara di Hari Kemerdekaan RI yang Ke - 81 di Pintu air Bendung Pleret, Desa Pleret, Kec. Pohjentrek, Kab. Pasuruan.
Pasuruan, Swaralin.id – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Dam Pleret 1904, Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. berlangsung berbeda. Senin (17/8/2026).
Bukan sekadar seremoni, peringatan kemerdekaan dikemas dengan napas sejarah, teatrikal perjuangan, serta pesan kuat tentang persatuan dan gotong royong.
Kader muda PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan sekaligus Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini, menilai pemilihan Dam Pleret 1904 sebagai lokasi upacara memiliki makna historis yang kuat. Tempat tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, tetapi juga menyimpan jejak sejarah kolonial.
“Alhamdulillah hari ini sudah selesai upacara dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Dilaksanakan di Dam Pleret 1904 karena tempat ini penuh dengan histori,” kata Muhammad Zaini Kader Muda Dari PDI-Perjuangan saat ditemui seusai kegiatan.
Menurut Zaini, keberadaan Dam Pleret tidak bisa dilepaskan dari sejarah perebutan kepentingan pada masa kolonial Belanda. Karena itu, momentum kemerdekaan dinilai tepat untuk kembali mengenalkan sejarah kepada generasi muda.
Peringatan tersebut turut melibatkan berbagai elemen masyarakat. Sejumlah pelajar dari SD Warungdowo dan SD Pleret hadir mengikuti kegiatan. Pelajar tingkat SMP, Fatayat, Muslimat, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai unsur masyarakat lainnya juga membaur dalam satu rangkaian peringatan.
Yang menarik, panitia menghadirkan pertunjukan teatrikal yang menggambarkan penderitaan masyarakat pribumi di bawah tekanan kolonial.
Zaini menyebut teatrikal tersebut menggambarkan perjuangan kaum marhaen dan petani yang mengalami tekanan akibat kebijakan kolonial. Hasil jerih payah masyarakat digambarkan dirampas sehingga memunculkan perlawanan dan semangat untuk meraih kemerdekaan.
“Dari sana muncullah semangat kemerdekaan para petani untuk memberikan perlawanan atas penindasan yang mereka alami,” ujarnya.
Lebih jauh. Bagi Zaini, konsep peringatan seperti itu jauh lebih bermakna karena tidak berhenti pada pengibaran bendera dan seremoni. Sejarah dikemas menjadi pendidikan publik agar generasi muda memahami bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan panjang.
Dalam amanat upacara, peserta diajak memaknai kemerdekaan bukan sekadar sebagai momentum mengenang jasa pahlawan. Kemerdekaan disebut sebagai amanah yang harus diisi dengan karya, kepedulian, persatuan, dan gotong royong.
Mengusung semangat “Ayo Merah Putihkan Dam Pleret”, masyarakat diajak menjaga lingkungan sekaligus menghidupkan kembali kebersamaan.
Dam Pleret ditegaskan bukan hanya infrastruktur pengairan. Bagi masyarakat setempat, kawasan tersebut merupakan bagian dari sejarah sekaligus ruang kehidupan yang harus dijaga kebersihan, keindahan, keamanan, dan manfaatnya bagi generasi mendatang.
Pesan persatuan juga menjadi benang merah kegiatan.
“Satu langkah, satu semangat, Guyub Rukun Sak Lawase,” menjadi semangat yang digaungkan dalam peringatan tersebut.
Zaini menilai keterlibatan lintas elemen masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan masih mampu menjadi titik temu di tengah berbagai perbedaan.
“Seluruh panitia, seluruh elemen hadir dan menyaksikan. Applause buat seluruh panitia karena perayaan hari ini benar-benar bernilai dan edukatif untuk masyarakat,” Pungkasnya.
Ia berharap peringatan kemerdekaan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Semangat tersebut harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian terhadap lingkungan, penguatan persatuan, serta gotong royong.
Sebab, menurutnya, kemerdekaan akan semakin bermakna ketika masyarakat mampu menjaga persatuan, daerah terus berkembang, lingkungan terawat, dan generasi muda memahami sejarah bangsanya. (Ach/***)
PASURUAN | SWARALIN.ID — Aksi pencurian sepeda motor Honda Vario 125 dengan nomor polisi N-**-*…
PASURUAN KOTA |SWARALIN.ID – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pasuruan Kota kembali mengungkap peredaran gelap…
Pasuruan, Swaralin.id - Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Pasuruan tak lagi sekadar persoalan pengawasan di…
Pasuruan, Swaralin.id - Polemik tata kelola pemerintahan Desa Gambiran, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, kini kembali…
Pasuruan, Swaralin.id - Polres Pasuruan menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan…
PASURUAN | SWARALIN.ID – Hening malam di Desa Karanganyar, Kecamatan Grati, tiba-tiba pecah oleh derap…