Berita

Narasi Korban Terbongkar. Saksi Sebut Ada Rekayasa dalam Kasus Pengeroyokan BRN di Sukorejo

Pasuruan, Swaralin.id – Narasi korban dalam kasus dugaan pengeroyokan terhadap anggota Buser Rentcar Nasional (BRN) di Sukorejo mulai terkelupas. Kesaksian baru mengarah pada dugaan rekayasa peran yang melibatkan sosok sopir Toyota Innova Reborn, Ali Ahmad.

Peristiwa yang terjadi di wilayah Pasuruan itu sebelumnya menyita perhatian publik setelah Ali mengaku sebagai korban pengeroyokan brutal. Ia menyebut mengalami luka serius, terutama di bagian wajah. Namun, keterangan sejumlah saksi justru menghadirkan gambaran berbeda.

Kasus ini bermula dari bentrokan yang diklaim sebagai pengeroyokan terhadap Ali oleh anggota BRN. Namun, fakta terbaru mengindikasikan insiden tersebut bukan serangan sepihak, melainkan aksi saling pukul yang kemudian berkembang menjadi narasi berbeda di ruang publik.

Ali Ahmad, sopir Innova Reborn, menjadi pusat perhatian. Ia sebelumnya tampil sebagai korban utama. Di sisi lain, nama Arifin—yang kini berstatus buronan (DPO)—disebut turut terlibat aktif dalam peristiwa tersebut.

Insiden terjadi pada Senin, 22 Desember 2025, di wilayah Sukorejo. Kesaksian terbaru muncul pada Jumat, 3 April 2026, setelah sejumlah saksi angkat bicara.

Saksi menyebut adanya upaya sistematis untuk membentuk opini publik. Setelah kembali dari rumah sakit, Ali diduga bersama sejumlah rekannya menyusun skenario agar ia tampak sebagai korban paling parah.

“Waktu itu dia diminta berbaring untuk difoto, supaya terlihat seperti korban pengeroyokan,” ujar seorang saksi yang meminta identitasnya disamarkan. Sabtu, (4/4/2026

Kesaksian itu diperkuat dengan pengamatan langsung, Ali disebut dalam kondisi sehat, bahkan terlihat santai, merokok, dan tertawa di rumahnya di Dusun Karangpanas, Desa Kalirejo.

Menurut keterangan saksi, video yang beredar di masyarakat tidak utuh. Dalam versi lengkap, Ali justru disebut lebih dahulu melakukan pemukulan terhadap anggota BRN sebelum bentrokan meluas.

“Video yang beredar sudah dipotong. Awalnya Ali yang menyerang dulu,” kata saksi lain.

Pernyataan ini sekaligus membantah klaim sebelumnya yang menggambarkan Ali sebagai korban pengeroyokan tanpa perlawanan.

Kuasa hukum BRN, Dodik Firmansyah, menilai munculnya fakta baru memperkuat dugaan bahwa peristiwa ini bukan penganiayaan sepihak. Ia juga mengingatkan konsekuensi hukum bagi pihak yang memberikan keterangan tidak benar.

“Memberikan keterangan palsu kepada penyidik memiliki konsekuensi hukum serius,” pungkasnya

Hingga kini, Ali Ahmad belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dikirimkan. Sementara itu, penyelidikan terus berjalan, dengan aparat dihadapkan pada dua versi yang saling berseberangan. antara klaim korban dan dugaan rekayasa peristiwa. (mal/ach) 

Admin

Recent Posts

Satgas Pangan Polres Pasuruan Pastikan Harga Telur Stabil, Pasokan Melimpah di Tengah Kekhawatiran Fluktuasi

Pasuruan, Swaralin.id - Kekhawatiran masyarakat terhadap potensi lonjakan harga telur ayam di Kabupaten Pasuruan belum…

10 jam ago

Dugaan Penggelapan Dana Kas Pasar Desa Jadi Sorotan, LSM Cakra Desak Polisi Bertindak Profesional

Pasuruan, Swaralin.id - Dugaan penggelapan dana kas Pasar Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, akhirnya…

19 jam ago

Pabrik Pailit Dibobol:  Aset Agunan Bank BCA Nyaris Digondol, Tiga Pelaku Ditangkap Polisi di Pasuruan

Pasuruan, Swaralin.id  - Upaya pencurian aset di sebuah pabrik yang telah berhenti beroperasi di Kabupaten…

1 hari ago

RSUD Bangil Luncurkan Paket Medical Check-Up Sekolah, Tarif Mulai Rp328 Ribu untuk Persiapan Tahun Ajaran Baru

Pasuruan, Swaralin.id - Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, RSUD Bangil meluncurkan program Paket Medical Check-Up…

5 hari ago

Diduga Dipicu Persaingan Usaha:  Tiga Tabung LPG Raib Digondol Maling di Kedai Pasuruan, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Pasuruan, Swaralin.id - Aksi pencurian tiga tabung gas LPG di sebuah kedai makanan di Kabupaten…

7 hari ago

Suket Teki Jadi PADI, Podcast di Pasuruan Kupas Peran Orang Tua Desa Cetak Generasi Sukses di Era Digital

PASURUAN, Swaralin.id – Di tengah derasnya arus digital yang mengubah pola tumbuh kembang anak, sebuah…

7 hari ago