Oplus_131072
Kota PASURUAN, SWARALIN.ID – Aksi seorang pria mencuri bibit parfum jenis “Pramugari” di sebuah toko parfum di Kota Pasuruan, Jawa Timur, terekam jelas kamera CCTV dan viral di media sosial. Pelaku berpura-pura menjadi pembeli sebelum akhirnya membawa kabur satu botol bibit parfum bersegel. Rabu. (10/12/2025) Siang.
Peristiwa tersebut terjadi di Toko Alwi, Jalan Kyai Haji Mansyur, Kelurahan Purworejo, Kota Pasuruan, pada Minggu lalu. Dalam rekaman CCTV, pelaku tampak datang seorang diri lalu menanyakan jenis parfum favoritnya kepada pegawai toko.
Karena parfum tersebut tidak tersedia di etalase, pegawai toko bergerak ke bagian belakang estalase untuk mengambilkan stok.
Pada saat pegawai lengah, pelaku terlihat cepat mengambil satu botol bibit parfum yang masih bersegel dan langsung memasukkannya ke dalam tas.
Usai melakukan aksinya, pelaku keluar dari toko seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Pegawai toko baru menyadari adanya barang hilang ketika hendak mengambil bibit parfum jenis yang sama untuk konsumen lain.
“Pas dicari kok tidak ada. Setelah dicek CCTV, ternyata diambil orang sebelumnya,” ujar Dwi Rukyati, pegawai toko yang muncul dalam rekaman viral tersebut.
Pemilik toko memutuskan untuk tidak melaporkan pencurian ini ke polisi. Mereka memilih mengunggah rekaman CCTV ke Facebook dengan harapan pelaku sadar dan mengembalikan parfum seharga sekitar Rp1 juta tersebut. (San/ach)
Pasuruan, Swaralin.id - Perkenalan singkat melalui aplikasi kencan berujung di kantor polisi. Seorang pemuda berusia…
Pasuruan, Swaralin.id - Di tengah momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang sarat makna…
Pasuruan, Swaralin.id - Polemik dugaan tidak utuhnya penyerahan dana kas Pasar Desa Randupitu, Kecamatan Gempol,…
Pasuruan, Swaralin.id - Polemik pengelolaan keuangan Pasar Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menyeruak ke…
Pasuruan, Swaralin.id – Gerak cepat Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pasuruan Kota kembali menunjukkan…
Pasuruan, Swaralin.id - Upaya membangun masyarakat yang sehat dan produktif tak lagi berhenti pada kampanye hidup…