Berita

Dua Oknum Sakera Jadi Buron, Polres Pasuruan Terbitkan DPO Kasus Pengeroyokan BRN

Pasuruan, Swaralin.id – Langkah tegas diambil Polres Pasuruan. Dua pria yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap anggota Buser Rentcar Nasional (BRN) resmi diburu. Keduanya, Komaruddin dan Samsul Arifin, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kekerasan yang memicu korban luka dan kerusakan sejumlah kendaraan.

sebagai tindak lanjut laporan dari kepolisian yang dilayangkan Ketua BRN Korda Jawa Timur, Yosia Calvin Pangalela, sejak 24 Desember 2025. Surat DPO bernomor DPO/II/19/2026/Satreskrim diteken Kasat Reskrim AKP Adimas Firmansyah pada. (18/2/2026).

Insiden bermula Senin dini hari, 22 Desember 2025, sekitar pukul 01.00 WIB. Sejumlah anggota BRN mendatangi Dusun Babatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, untuk menarik satu unit Toyota Innova Reborn yang tidak dikembalikan penyewa setelah masa kontrak berakhir.

Pelacakan GPS mengarahkan mereka ke lokasi. Namun situasi berubah panas saat kendaraan dihentikan. Pengemudi diduga memanggil bantuan. Tak lama kemudian, puluhan orang datang dan kericuhan tak terelakkan.

Aksi kekerasan pecah. Sejumlah anggota BRN mengalami luka dan harus dirawat di rumah sakit. Tujuh kendaraan dilaporkan rusak akibat amuk massa.

Polisi mengungkap identitas dua tersangka yang kini diburu: Komaruddin, lahir di Pasuruan, 5 September 1997, warga Dusun Sadan Tengah, Desa Kalirejo. Dan Samsul Arifin, lahir di Pasuruan, 15 Desember 1990, warga Dusun Kekali, Desa Kalirejo, dengan ciri khusus tato di lengan kanan. Keduanya diduga bagian dari kelompok massa yang terlibat dalam pengeroyokan.

Kasus ini berawal dari sengketa pengembalian kendaraan rental milik anggota BRN, H. Faisol, yang disewa seseorang bernama Kiki. Setelah masa sewa habis, kendaraan tidak kunjung dikembalikan dan penyewa sulit dihubungi.

Upaya penarikan kendaraan berujung konflik terbuka setelah pihak pengemudi meminta bantuan. Situasi memanas, bahkan korban mengaku mendapat ancaman senjata tajam dan bahan peledak rakitan.

Kuasa hukum pelapor, Dodik Firmansyah, mengapresiasi langkah polisi dan mengimbau kedua tersangka segera menyerahkan diri.

“Status DPO berarti seluruh jaringan kepolisian akan bergerak. Lebih baik menyerahkan diri dan mengikuti proses hukum,” ucapnya

Kedua tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 atau Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Polres Pasuruan memastikan perburuan terus dilakukan. Masyarakat diminta segera melapor jika mengetahui keberadaan kedua buronan tersebut.

Peristiwa ini menandai babak baru penegakan hukum atas kekerasan jalanan yang melibatkan kelompok massa. Polisi kini memburu jejak dua buronan tersebut yang diyakini masih bersembunyi. (ach) 

Admin

Recent Posts

Jelang Lebaran, Harga Cabai Rawit Diprediksi Terus Merangkak Naik

Kota Pasuruan, Swaralin.id - Gelombang kenaikan harga pangan kembali mengguncang pasar tradisional di Kota Pasuruan.…

14 jam ago

Diduga Sopir Mengantuk, Toyota Cross Hantam Truk di Tol Gempas, Dua Orang Terluka

Pasuruan, Swaralin.id - Pagi yang semestinya lengang di ruas Jalan Tol Gempol–Pasuruan berubah tegang. Sebuah…

2 hari ago

Operasi Gabungan di Gempol: Polisi Sikat PKL Liar dan Parkir Ilegal, Arus Lalu Lintas Kembali Lancar

Pasuruan, Swaralin.id - Deru kendaraan yang melintas di jalur strategis Bundaran Sirkel Gempol kembali mengalir…

3 hari ago

Dari Balik Jeruji ke Meja Konsultasi: Rutan Bangil bersama Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Buka Jalan Akses Keadilan Warga Binaan

Pasuruan, Swaralin.id -  Upaya memperluas akses keadilan bagi warga binaan kembali menemukan momentumnya. Rumah Tahanan…

4 hari ago

Cabai Merangkak Naik: Satgas Pangan Sisir Pasar Bangil “Jelang Imlek–Ramadhan. Oknum Pemasok Diduga Mainkan Distribusi”

Pasuruan, Swaralin.id - Alarm kenaikan harga bahan pokok mulai berbunyi di Kabupaten Pasuruan. Satgas Pangan…

5 hari ago

Satgas Pangan Kunci Harga Jelang Imlek–Ramadan, Operasi Pasar Serentak di Pasuruan Redam Ancaman Inflasi

Pasuruan, Swaralin.id  -  Negara tak memberi ruang pada gejolak harga pangan hingga tingkat daerah.  Pasalnya. …

6 hari ago