Berita

Nama Baik Seorang Bidan Dipertaruhkan, Reni Apriliyanti Laporkan Akun Facebook ke Polresta Sidoarjo

Sidoarjo, Swaralin.id – Reputasi yang dibangun bertahun-tahun sebagai tenaga kesehatan runtuh seketika oleh sebuah unggahan media sosial. Reni Apriliyanti, bidan yang bertugas dan berdomisili di Desa Urangagung, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, resmi melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Sidoarjo, Rabu, 7 Januari 2026.

Laporan itu dilayangkan setelah Reni dituding melakukan penggelapan dan penjualan sebuah mobil Mitsubishi Xpander bernomor polisi L 1615 ZB melalui unggahan akun Facebook bernama Lery Vlogger Jember. Tuduhan tersebut, menurut Reni, sama sekali tidak berdasar dan tidak pernah ia lakukan. Sabtu (10/1/2026).

Peristiwa bermula pada Jumat pagi, 26 Desember 2025, sekitar pukul 07.45 WIB. Saat itu, Reni menerima pesan siaran dari seorang saksi berinisial IWY. Pesan tersebut berisi tangkapan layar unggahan Facebook yang menarasikan dirinya sebagai pelaku penggelapan kendaraan. Unggahan itu dengan cepat menyebar dan memantik beragam komentar warganet.

“Isi unggahan itu tidak benar. Saya tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan,” kata Reni kepada wartawan.

Bagi Reni, serangan tersebut bukan sekadar persoalan pribadi. Ia menilai tudingan di ruang publik itu telah mencederai martabat dan profesionalitasnya sebagai bidan.

Komentar-komentar bernada negatif yang bermunculan di media sosial membuat dirinya dan keluarga mengalami tekanan psikologis.

“Sebagai bidan, saya bekerja dengan kepercayaan masyarakat. Ketika nama saya diseret dengan tuduhan seperti ini, dampaknya bukan hanya ke saya, tapi juga ke profesi saya,” ujarnya.

Reni menambahkan, profesi tenaga kesehatan sangat bergantung pada kepercayaan publik. Tuduhan yang disebarkan tanpa dasar itu, menurutnya, berpotensi merusak hubungan profesional dengan pasien dan lingkungan sekitar.

Merasa dirugikan secara moril dan sosial, Reni akhirnya memilih menempuh jalur hukum. Ia berharap laporan tersebut dapat memberikan kejelasan, memulihkan nama baiknya, serta menjadi pembelajaran agar ruang digital tidak digunakan untuk menyebarkan fitnah. (red) 

Admin

Recent Posts

Raperda Pajak dan Retribusi Dibahas, Ini Jawaban Bupati Pasuruan atas Kritik Fraksi

Pasuruan, Swaralin.id – Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menjawab sejumlah kritik dan masukan fraksi-fraksi DPRD Kabupaten…

2 hari ago

Perkuat Toleransi dan Kerukunan, Kapolres Pasuruan Kota Jalin Sinergi dengan Pengurus FKUB

Kota Pasuruan, Swaralin.id — Dalam upaya mempererat komunikasi dan memperkuat sinergitas lintas agama, Kapolres Pasuruan…

2 hari ago

Mediasi Kebisingan Sound System di Kejapanan Memanas, Warga Teriakkan “Pindah Saja!”

Pasuruan, Swaralin.id - Mediasi pengaduan kebisingan sound system di Balai Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten…

6 hari ago

Wakil Ketua I DPRD Pasuruan Muhammad Zaini, Dorong Anak Muda Jadi Pelaku Perubahan di era Inovasi Digitalisasi

Pasuruan, Swaralin.id -  Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 menjadi momentum untuk mempertegas peran generasi muda…

6 hari ago

DPRD Pasuruan Bahas Perubahan Pajak Daerah, PBB-P2 Diusulkan Progresif hingga 0,2 Persen

Pasuruan, Swaralin.id - DPRD Kabupaten Pasuruan mulai membahas perubahan regulasi pajak dan retribusi daerah yang…

1 minggu ago

Lupa Cabut Kunci, Motor Pelajar SMA di Pasuruan Digondol Maling, Aksi Dua Pelaku Terekam CCTV

Pasuruan, Swaralin.id - Kelengahan sesaat menjadi celah bagi pelaku kejahatan. Sepeda motor milik seorang pelajar…

1 minggu ago