Peristiwa

Satlantas Polres Pasuruan Perketat WFA ASN Picu Lonjakan Dini Nataru, Truk Sumbu 3 Dilarang Total di Tol hingga 4 Januari mendatang

Pasuruan, Swaralin.id – Kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada 29–31 Desember 2025 diprediksi mempercepat gelombang pergerakan masyarakat jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Menyikapi potensi lonjakan kendaraan lebih awal, Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan menyiapkan langkah antisipatif dengan memperketat pembatasan angkutan barang. Minggu (21/12/2025)

Berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan pada 21 Desember 2025, terjadi perubahan signifikan terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) pembatasan operasional kendaraan sumbu 3 ke atas. Kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga kelancaran arus mudik dan wisata yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Rabu, 24 Desember 2025.

Dalam skema terbaru, kendaraan sumbu 3 ke atas dilarang melintas di seluruh ruas tol tanpa pengecualian waktu. Larangan berlaku 24 jam penuh mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Artinya, kebijakan windows time atau waktu jeda yang sebelumnya berlaku di jalur tol kini dihapus total.

Sementara itu, pada jalur arteri, pembatasan tetap diberlakukan dengan sistem jeda. Kendaraan sumbu 3 ke atas hanya diizinkan melintas pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIB, dalam periode yang sama, yakni 19 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026.

Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Derie Fradesca mengatakan, jajarannya telah menyiapkan titik-titik penyekatan strategis guna memastikan kebijakan berjalan efektif di lapangan.

“Kami menyiagakan personel di dua titik utama, yakni jalur arteri Gempol dan Exit Tol Taman Dayu Pandaan. Untuk kendaraan dari arah selatan atau menuju Malang, penyekatan akan dilakukan oleh Polres Malang,” kata Derie, Senin.

Menurut dia, pengaturan lalu lintas selama Nataru tidak hanya berorientasi pada pembatasan, tetapi juga pada keseimbangan antara kelancaran mudik dan keberlangsungan logistik esensial.

“Petugas kami diinstruksikan bertindak humanis, persuasif, dan komunikatif. Kami tidak ingin distribusi logistik penting terganggu, tetapi pada saat yang sama kepadatan di jalur utama harus terkendali demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Polisi mengimbau pengemudi angkutan barang untuk mematuhi jadwal operasional, memanfaatkan jalur alternatif, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepatuhan dinilai krusial agar puncak arus Nataru tidak berubah menjadi kemacetan panjang di simpul-simpul vital Jawa Timur, khususnya wilayah Pasuruan yang menjadi pintu gerbang menuju Malang dan kawasan wisata Bromo–Tengger. (bra/Kin/Ach) 

Admin

Recent Posts

Polres Pasuruan Kota Genjot Pemeriksaan Higienitas Makanan Bergizi Gratis

KOTA PASURUAN | SWARALIN.ID – Polres Pasuruan Kota, Polda Jawa Timur, mengintensifkan pemeriksaan higienitas dalam…

8 jam ago

RSUD Bangil Buka Klinik Eksekutif, Berobat Tanpa Antre dengan Layanan Premium

Pasuruan, Swaralin.id – RSUD Bangil terus berinovasi meningkatkan layanan kesehatan. Terbaru, rumah sakit daerah ini…

2 hari ago

Bea Cukai Gempur Rokok Ilegal Rp6,3 Miliar di Pasuruan: Negara Kirim Sinyal Perang Tanpa Ampun

Pasuruan, Swaralin.id - Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Kantor Bea Cukai Pasuruan menegaskan perang terbuka terhadap…

1 minggu ago

1.634 Jemaah Haji Pasuruan Berangkat, Wabup Ikut Dampingi di Tanah Suci

Pasuruan, Swaralin.id – Sebanyak 1.634 jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Pasuruan resmi diberangkatkan ke…

2 minggu ago

Peringati Hari Kartini, Perempuan Pasuruan Bergerak Lewat Aksi Kesehatan dan Donor Darah

Pasuruan, Swaralin.id - Memperingati Hari Kartini 21 April 2026, Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI)…

2 minggu ago

Peduli Lingkungan, Bhayangkari Polres Pasuruan Kota Tanam Pohon Peringati Hari Kemala Bhayangkari ke-46

Pasuruan Kota, Swaralin.id – Dalam rangka memperingati Hari Kemala Bhayangkari ke-46, Bhayangkari Cabang Polres Pasuruan…

2 minggu ago