Pasuruan, Swaralin.id – Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 menjadi momentum untuk mempertegas peran generasi muda dalam pembangunan daerah, terutama di tengah pesatnya perkembangan inovasi dan digitalisasi.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhammad Zaini, mendorong anak muda agar tidak hanya menjadi penerus kepemimpinan, tetapi juga tampil sebagai pelaku perubahan melalui gagasan, kreativitas, dan kolaborasi nyata.
Pandangan tersebut disampaikan Zaini dalam sebuah podcast kepemudaan yang digelar di Cafe Kopi Vidi Vini Vici, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (29/10/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya menyediakan ruang dialog bagi generasi muda agar ide dan inovasi mereka dapat terhubung langsung dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Menurut Zaini, generasi muda merupakan kekuatan strategis yang memiliki potensi besar dalam mendorong kemajuan Kabupaten Pasuruan. Karena itu, keterlibatan mereka perlu diperkuat, tidak hanya dalam diskusi, tetapi juga dalam merumuskan gagasan dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Generasi muda ini bagian dari kekuatan strategis di daerah. Tidak hanya penerus, tapi ini pelaku ke depan untuk perubahan,” kata Zaini.
Ia menilai, peringatan Sumpah Pemuda tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial tahunan. Semangat persatuan dan perjuangan pemuda perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata melalui ruang partisipasi yang terbuka, dialog yang konstruktif, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.
Melalui format podcast, pembahasan mengenai kepemudaan juga dapat dikemas secara lebih terbuka dan komunikatif. Forum tersebut menjadi salah satu ruang untuk menyampaikan gagasan, bertukar pandangan, sekaligus membangun kesadaran bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah kemajuan daerah.
Zaini menegaskan, pemerintah dan lembaga legislatif perlu mendorong terciptanya wadah yang memungkinkan anak muda mengembangkan kreativitas dan inovasi. Dengan begitu, partisipasi pemuda tidak hanya diukur dari kehadiran dalam suatu kegiatan, tetapi juga dari kontribusi yang mampu diwujudkan bagi masyarakat.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian ialah digitalisasi. Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam menciptakan inovasi, termasuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Harapan kami ke depan ini menjadi kolaborasi yang sangat baik, sehingga kami pun bisa memberikan wadah, memberikan ruang kepada anak-anak muda ini untuk berkolaborasi,” ujarnya.
Ia berharap, anak muda Kabupaten Pasuruan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proses pengembangan ide dan solusi berbasis digital. Kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman terhadap perkembangan teknologi dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Contoh, ketika ada inovasi digitalisasi, ini harapan kami juga akan menggandeng anak-anak muda ini untuk ikut berkecimpung di bidang digitalisasi,” tutur Zaini.
Lebih lanjut, ia menilai tantangan terbesar bukan sekadar membuka ruang bagi generasi muda, melainkan memastikan ruang tersebut berkelanjutan dan menghasilkan kolaborasi yang terarah. Gagasan yang muncul dalam diskusi perlu mendapat tindak lanjut agar dapat berkembang menjadi inovasi yang bermanfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Momentum Sumpah Pemuda 2026, lanjutnya, harus menjadi pengingat bahwa generasi muda bukan sekadar objek program pembangunan. Mereka perlu diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan, berpartisipasi dalam proses pembangunan sesuai kewenangan, serta menguji kreativitas melalui berbagai kegiatan produktif.
Melalui dialog dan kolaborasi, Zaini berharap potensi anak muda Kabupaten Pasuruan dapat semakin berkembang. Semangat kepemudaan perlu diwujudkan dalam langkah konkret agar generasi muda mampu mengambil bagian dalam menghadirkan perubahan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi digital.
Dengan demikian, peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak perubahan dan mitra strategis dalam pembangunan Kabupaten Pasuruan. (kin/acH)







Tinggalkan Balasan