Pasuruan, Swaralin.id – Kekhawatiran masyarakat terhadap potensi lonjakan harga telur ayam di Kabupaten Pasuruan belum menemukan alasan yang kuat. Hasil pemantauan intensif Tim Satgas Pangan Polres Pasuruan bersama pemerintah daerah justru menunjukkan fakta sebaliknya harga tetap stabil, stok melimpah, dan distribusi berlangsung tanpa hambatan.

Monitoring yang dilakukan melibatkan Tim Satgas Pangan Polres Pasuruan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan. Pengawasan difokuskan di Pasar Bangil sebagai salah satu barometer pergerakan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Pasuruan.

Kanit Ekonomi Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Eko Hadi Saputro, mengatakan pemantauan rutin dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi maupun praktik yang dapat memicu gejolak harga.

“Kami turun ke lapangan bersama instansi terkait untuk mengecek harga sekaligus memastikan ketersediaan komoditas telur. Alhamdulillah, harga telur yang dijual pedagang berada di kisaran Rp22.500 hingga Rp23.000 per kilogram,” kata Eko.

Menurut dia, rantai distribusi dari peternak, pengepul hingga pedagang eceran berjalan normal. Tidak ditemukan hambatan pasokan yang berpotensi memicu kelangkaan maupun kenaikan harga di tingkat konsumen.

“Stok di pasar sangat tercukupi. Tidak ada hambatan ataupun kelangkaan pasokan, mulai dari peternak, pengepul hingga konsumen. Bahkan di sejumlah titik, ketersediaan telur tergolong sangat melimpah,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasatreskrim AKP Rizky Akbar Kurniadi menyatakan hasil monitoring memperlihatkan kondisi pangan di Kabupaten Pasuruan masih terkendali. Selain stok aman, sebagian besar harga komoditas kebutuhan pokok juga masih berada dalam batas kewajaran dan mengacu pada ketentuan pemerintah.

“Kami tidak menemukan fluktuasi harga yang bervariasi. Bahkan harga telur ayam ras mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kondisi ini merupakan hasil pengawasan dan intervensi Satgas Pangan dalam menjaga stabilitas harga di Kabupaten Pasuruan,” ujar Rizky.

Stabilnya harga telur menjadi indikator penting karena komoditas tersebut merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.

Di tengah dinamika harga pangan nasional yang kerap dipengaruhi biaya distribusi, cuaca, hingga produksi peternakan, kondisi Pasuruan menunjukkan bahwa pengawasan pasar yang dilakukan secara berkala mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Satgas Pangan memastikan pemantauan terhadap harga dan distribusi bahan pokok akan terus dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah praktik penimbunan, permainan harga, maupun gangguan pasokan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Dengan kondisi stok yang melimpah dan harga yang tetap terkendali, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian berlebihan karena kebutuhan pangan dipastikan masih tersedia dalam jumlah yang memadai. (kin/Ach)