Pendidikan

Mahasiswa Cipayung Plus Pasuruan Ultimatum Forkopimda : HAM, Air, dan RTRW Harus Tuntas Tanpa Alasan

PASURUAN, SWARALIN.ID  – Puluhan mahasiswa gabungan organisasi Cipayung Plus (GMNI, PMII, HMI, IMM) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Selasa (2/9/2025). Mereka melontarkan enam tuntutan keras kepada pemerintah daerah dan DPRD, mulai penyelesaian kasus pelanggaran HAM hingga pemberantasan tambang ilegal.

Ketua DPC GMNI Pasuruan, Dandi, menegaskan ada enam poin ultimatum yang wajib ditindaklanjuti:

1. Penyelesaian pelanggaran HAM paling lambat 30 hari, dengan pengawalan langsung dari mahasiswa.

2. DPRD Pasuruan diminta merekomendasikan pengesahan RUU Perampasan Aset ke DPR RI.

3. Atasi krisis air di Kecamatan Lumbang secara komprehensif, bukan sekadar solusi darurat.

4. Berantas tambang ilegal di kawasan Banyu Biru dan Grati.

5. Revisi RTRW untuk pemerataan pendidikan, ekonomi, infrastruktur, serta pemanfaatan lahan merah sebagai kawasan industri.

6. Perhatian serius pada isu kemiskinan kota, perempuan, kekerasan berbasis gender, dan kerusakan lingkungan.

“Jika mahasiswa tidak dilibatkan dalam pengawalan, itu pertanda ada permainan dalam pemerintahan. Kami menuntut transparansi dan keberpihakan pada rakyat!” tegas Dandi lantang.

Bupati Pasuruan, H.M. Rusdi Sutejo, hadir langsung menanggapi tuntutan mahasiswa. Ia mengakui persoalan yang disuarakan nyata dan tidak bisa ditutup mata.

Krisis Air Lumbang: Pemkab telah mengajukan anggaran Rp60–80 miliar ke pemerintah pusat untuk membangun sistem gravitasi penyaluran air dari sumber mata air.

Tambang Ilegal: “Tidak ada ampun! Sesuai perintah Presiden, tambang ilegal harus diberantas,” tegas Rusdi.

RTRW: Pemkab sudah mengajukan review tata ruang ke Kementerian ATR/BPN untuk mendukung pemerataan pembangunan.

Pelayanan Publik: Seluruh Puskesmas wajib buka 24 jam dan memiliki layanan rawat inap mulai 202

Lapangan Kerja: Diluncurkan Pasuruan Creativity Center untuk mencetak wirausaha muda agar tak hanya bergantung pada perusahaan besar.

“Kami hormat pada perjuangan mahasiswa. Semua aspirasi akan kami tindaklanjuti demi Pasuruan yang damai dan adil,” ujar Rusdi.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menegaskan suara mahasiswa akan dijadikan rekomendasi resmi DPRD.

“Percayalah, apa yang kalian suarakan akan kami perjuangkan hingga ke DPR RI. Ini komitmen kami demi Pasuruan yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan,” tegasnya.

Mahasiswa menilai pemerintah belum serius menuntaskan pelanggaran HAM, krisis air, tambang ilegal, kerusakan lingkungan, hingga ketimpangan infrastruktur. Mereka menolak kebijakan yang hanya menguntungkan korporasi dan menuntut keberpihakan penuh pada rakyat. (kin/Ach) 

Admin

Recent Posts

Raperda Pajak dan Retribusi Dibahas, Ini Jawaban Bupati Pasuruan atas Kritik Fraksi

Pasuruan, Swaralin.id – Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menjawab sejumlah kritik dan masukan fraksi-fraksi DPRD Kabupaten…

23 jam ago

Perkuat Toleransi dan Kerukunan, Kapolres Pasuruan Kota Jalin Sinergi dengan Pengurus FKUB

Kota Pasuruan, Swaralin.id — Dalam upaya mempererat komunikasi dan memperkuat sinergitas lintas agama, Kapolres Pasuruan…

1 hari ago

Mediasi Kebisingan Sound System di Kejapanan Memanas, Warga Teriakkan “Pindah Saja!”

Pasuruan, Swaralin.id - Mediasi pengaduan kebisingan sound system di Balai Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten…

5 hari ago

Wakil Ketua I DPRD Pasuruan Muhammad Zaini, Dorong Anak Muda Jadi Pelaku Perubahan di era Inovasi Digitalisasi

Pasuruan, Swaralin.id -  Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 menjadi momentum untuk mempertegas peran generasi muda…

5 hari ago

DPRD Pasuruan Bahas Perubahan Pajak Daerah, PBB-P2 Diusulkan Progresif hingga 0,2 Persen

Pasuruan, Swaralin.id - DPRD Kabupaten Pasuruan mulai membahas perubahan regulasi pajak dan retribusi daerah yang…

6 hari ago

Lupa Cabut Kunci, Motor Pelajar SMA di Pasuruan Digondol Maling, Aksi Dua Pelaku Terekam CCTV

Pasuruan, Swaralin.id - Kelengahan sesaat menjadi celah bagi pelaku kejahatan. Sepeda motor milik seorang pelajar…

6 hari ago