Pasuruan, Swaralin.id  –  Negara tak memberi ruang pada gejolak harga pangan hingga tingkat daerah.  Pasalnya.  Satgas Pangan Polres Pasuruan turun langsung mengawal Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional. Di halaman Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Jum’at (13/2/2026).

sebuah intervensi cepat untuk menahan inflasi bahan pokok sekaligus menjaga daya beli warga menjelang Imlek dan Ramadan.  Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan persiapan distribusi dan pengamanan.

Pukul 08.30 WIB, gerakan pangan murah resmi dibuka, dilanjutkan pukul 08.41 WIB dengan sambungan Zoom bersama Kementerian Pertanian RI yang dipimpin Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Di titik ini, agenda daerah terhubung langsung dengan strategi nasional.

Hal ini untuk memastikan stok aman, distribusi lancar, dan harga terkendali. Komoditas yang dijual di bawah harga pasar menjadi penyangga utama. Minyak goreng Minyakita dilepas Rp 15.700 per liter, telur Rp 28.000 per kilogram, gula pasir Rp 15.500 per kilogram, beras SPHP Rp 58.000 per kemasan, bawang merah Rp 8.000 per 250 gram, dan bawang putih Rp 7.000 per 250 gram. Warga mengantre tertib; transaksi berlangsung cepat, transparan, dan terjaga.

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, menegaskan gerakan ini sebagai bantalan ekonomi masyarakat.

“Kita bergerak sebelum gejolak datang. Pemerintah memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau dan tersedia. Ini bukan sekadar pasar murah, tapi langkah menjaga stabilitas dan keadilan harga bagi warga,” ujarnya.

Di sisi lain, Satgas Pangan menajamkan fungsi pengawasan. Kanit II Ekonomi Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Eko Hadi Saputro yang mewakili Kasatreskrim AKP Adimas Firmansyah menyatakan pihaknya memperketat kontrol dari hulu ke hilir.

“Kami awasi distribusi, kami pastikan tidak ada penimbunan, dan kami tindak tegas setiap upaya memainkan harga. Ketahanan pangan bukan jargon; ini kerja lapangan yang harus presisi,” Tegas Eko.

Kegiatan ini melibatkan lintas unsur yakni Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, hingga pelaku industri seperti Pabrik Gula Kedawung. Kolaborasi tersebut menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga, terutama saat permintaan melonjak menjelang hari besar keagamaan.

Dengan operasi pasar terjadwal, pengawasan distribusi, dan koordinasi nasional di daerah yang solid, Gerakan Pangan Murah di Kejayan menjadi cermin cara negara bekerja: cepat, terukur, dan tegas. Pesannya lugas pangan aman, harga terkendali, masyarakat terlindungi. (kin/Ach)