Pasuruan, Swaralin.id – Mapolres Pasuruan tak hanya menjadi pusat pelayanan dan penegakan hukum. Sejak pukul 08.00 WIB, markas kepolisian berubah menjadi ruang belajar yang hidup. Bagaimana tidak Tawa anak-anak memecah suasana, menyatu dengan langkah para polisi yang pagi itu memilih menanggalkan jarak. Selasa pagi (10/2/2026).

Melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsanak), Polres Pasuruan menanamkan pesan mendasar yakni. keselamatan, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan bukan urusan orang dewasa semata, melainkan harus diperkenalkan sejak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB tersebut digelar oleh Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan dengan melibatkan Ps. Kanit Kamsel, anggota Kamsel Satlantas, Polwan Lantas, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan. Semua hadir dalam satu tujuan mengedukasi anak-anak dengan pendekatan yang ramah, komunikatif, dan membumi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan rambu-rambu lalu lintas untuk usia dini. Bukan lewat hafalan, melainkan dialog ringan yang membuat anak-anak memahami arti simbol dan warna. Dari sini, nilai tertib berlalu lintas ditanamkan pelan-pelan, tanpa tekanan, tanpa ketakutan.

Materi berlanjut pada edukasi kebencanaan. Anak-anak diperkenalkan pada langkah-langkah sederhana yang harus dilakukan saat bencana terjadi pengetahuan kecil yang bisa berdampak besar. BPBD Kabupaten Pasuruan turut memperkenalkan mobil tangki air, menjelaskan fungsinya sebagai bagian dari upaya penyelamatan dan penanganan darurat.

Suasana semakin cair ketika peserta diajak berkeliling markas, mengenal fungsi dan tugas Polri dari dekat. Di momen ini, sekat psikologis antara anak dan polisi perlahan runtuh. Antusiasme memuncak saat diperkenalkan anjing pelacak (K9)—ikon profesionalisme kepolisian yang selama ini hanya mereka kenal dari layar televisi.

Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Derie Fradesca, S.T.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polsanak bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang membangun budaya keselamatan dan kepercayaan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh melalui Ps. Kanit Kamseltibcar Satlantas Polres Pasuruan, Aipda Arifian,

“Polsanak ini adalah bentuk investasi karakter. Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini dengan keselamatan berlalu lintas dan kesiapsiagaan bencana, agar kelak mereka tumbuh dengan kesadaran, bukan karena takut sanksi,” ujar Aipda Arifian menyampaikan pernyataan Kasat Lantas.

Lebih lanjut. Menurutnya, pendekatan humanis menjadi kunci utama. Polisi tidak datang sebagai sosok yang menggurui, melainkan sebagai sahabat yang hadir di fase awal kehidupan anak.

“Kami ingin menghapus stigma bahwa polisi itu menakutkan. Sejak kecil, anak-anak harus tahu bahwa polisi adalah pelindung dan pengayom masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini akan terus didorong sebagai bagian dari upaya preventif Polri.

“Kalau kesadaran sudah dibangun sejak dini, maka di masa depan kita tidak perlu bekerja terlalu keras untuk menertibkan. Budaya aman dan tertib itu tumbuh dari pemahaman,” Pungkasnya

Kegiatan Polsanak ditutup dengan foto bersama sebuah momen sederhana yang menyimpan makna mendalam. Di halaman Mapolres Pasuruan pagi itu, polisi dan anak-anak berdiri sejajar.

Tak ada jarak, tak ada ketegangan. Yang ada hanya harapan ilmu kelak kalau beranjak dewas dan bahwa dari edukasi kecil hari ini, akan lahir generasi yang lebih disiplin, tangguh, dan peduli keselamatan esok hari. (bra/Ach)